Seakan ria terbungkam, nestapa,
Bergumam dan terus bergumam dalam asa,
Merengkuh sedu dari tepian rasa,
Berintegrasi dalam sanubari yang terluka,
Laksana gagak yang lunglai, dalam peraduannya,
Inikah delima yang membabi buta???
Ataukah ini hanya lantunan karma???
Yang terlarut dalam tirai gembira,
Hingga Laksana benalu yang menggoda,
Kalbu... sang pujangga,
Aku sadar siapakah aku?tak sepantasnya mencinta,
Apalagi memetikmu dari dekapan pujangga,
Kini hanya mampu mengulumkan sebaris kata,
Dan menulisnya di sebuah lembar cerita,
Cerita yang membuatku bermuram durja,
Dan memudarkan cita yang ada,

Bagaikan gagak dalam sangkar besi,
Sangkar yang mengikat imaji,
Hingga peraduan kelam menyelimuti,
Seakan nestapa yang tiada henti,
Merajai lorong jalan yang ku tapaki,
Hingga waktu berhambur tak terkendali,
Hati mulai berfikir??di manakah kau, insani?
Insani yang akan mengepakkan sayap kecil ini,
Ataukah kau belum terlahir, oh... Insani?
Ataukah tak pernah ada di bilik sepi,
Ataukah kau enggan tuk menemani,
Ku panjatkan nyanyian dogma dalam hati,
Hati yang penuh kenestapaan ini,
Nestapa yg ku harap akan cepat mati,

About this blog

Pages

About Me

FANI ADIB ADITIASA
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.